“Memories are just memories ya?…If we’re dying to protect one memory,we end up losing them all. “- Wakka
Wakka merupakan seorang pemain Blitzball yang memiliki kemampuan cukup baik dan pada mulanya tinggal di Besaid Village bersama Yuna, Lulu, dan adiknya Chappu. Orang tuanya telah meninggal akibat serangan Sin, sehingga ia mencoba untuk menjadi orang tua pengganti sekaligus sebagai kakak yang baik untuk Chappu.
Chappu tewas dalam serangan Sin yang lain, di mana ia menggunakan Machina untuk melawannya. Hal ini menyebabkan Wakka sangat membenci Machina dan juga Al Bhed, yang menentang ajaran Yevon. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya pada Sin dengan menyertai Yuna dalam perjalanannya.

Wakka berbicara kepada orang lain dengan menggunakan aksen Besaid yang cukup kental, misalnya mengganti “brother” menjadi “brudda” atau mengakhiri setiap kalimat yang ia ucapkan dengan “ya?” , yang dapat disamakan dengan “right” atau “okay”.
Artikel selengkapnya bisa dilihat disini